Kemampuan Komunikasi Matematis: Pengertian, Faktor, Indikator
Home ilmu

Kemampuan Komunikasi Matematis: Pengertian, Faktor, Indikator

Kemampuan Komunikasi Matematis sangat penting dimiliki oleh siswa agar dapat berhasil mempelajari matematika baik secara lisan maupun tulisan. Berbicara (lisan) dalam hal ini adalah memikirkan dan berbagi ide, strategi serta solusi matematika dengan siswa lain, sedangkan menulis berarti merefleksikan pekerjaan siswa dan mengklarifikasi ide-ide siswa untuk dirinya sendiri

Kemampuan adalah hasil penilaian seseorang terhadap potensi dari kecakapan seseorang untuk menjadi ahli/jago mengerjakan setiap pekerjaan atau pun tugas.

Pengertian komunikasi secara sempit adalah penyampaian pesan sedangkan komunikasi secara luas adalah proses interaksi antara dua makhluk. Komunikasi juga dapat diartikan suatu proses dimana kita dapat memahami dan dipahami oleh orang lain.  Komunikasi juga merupakan kegiatan rutin setiap interaksi antara dua orang atau lebih.

Komunikasi matematis adalah salah satu kemampuan matematis siswa yang penting dalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis biasanya digunakan siswa untuk mendeskripsikan suatu materi untuk dikembangkan atau dijelaskan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri.

Defenisi kemampuan komunikasi matematis artinya adalah suatu peristiwa dialog atau saling hubungan yang terjadi di lingkungan kelas, dimana terjadi pengalihan pesan, dan pesan yang dialihkan berisikan tentang materi matematika yang dipelajari siswa, misalnya berupa konsep, rumus atau strategi penyelesaian suatu masalah. Cara pengalihan pesannya dapat secara lisan maupun tertulis.

Pengertian Kemampuan Komunikasi Matematis Menurut Para Ahli

Kemampuan komunikasi matematis memiliki berbagai pengertian yang sangat kompleks. Untuk memahami lebih lanjut dapat dilihat melalui pemahaman para ahli berikut:

Los Angeles County Office of Education (LACOE)

LACOE menyatakan bahwa komunikasi matematika mencakup komunikasi secara lisan maupun tulisan. Komunikasi matematika secara lisan yaitu penyampaian ide – ide matematika dengan mengungkapkannya secara lisan yaitu penyampaian ide – ide matematika dengan mengungkapkannya secara verbal.

Sedangkan komunikasi matematika secara tertulis, dapat dilakukan melalui kata-kata (tertulis), gambar, tabel dan sebagainya yang menggambarkan ide –ide matematika atau proses berpikir peserta didik.

Menurut Guerreiro

Arti kemampuan komunikasi matematis merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi dalam membangun pengetahuan matematika. Komunikasi matematis adalah berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa, seperti: kemampuan menyampaikan ide kepada teman, guru dan lainnya melalui bahasa lisan dan tulisan secara koheren.

Menggunakan bahasa matematis dalam berbicara dan menulis setiap tugas matematika secara benar, memiliki kemampuan mengklasifikasi ide-ide pemikiran, mampu berargument dalam meyakinkan seseorang, dan mempresentasikan tugas pelajaran matematika.

Menurut Greenes dan Schulman

Pengertian komunikasi matematis menurut Greenes dan Schulman mengatakan bahwa komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam:
  1. Menyatakan ide matematika melalui ucapan, tulisan, demonstrasi, dan melukiskan secara visual dalam tipe yang berbeda
  2. Memahami, menafsirkan, dan menilai ide yang disajikan dalam tulisan, lisan, atau dalam bentuk visual
  3. Mengkonstruksi, menafsirkan dan menghubungkan bermacam-macam representasi ide dan hubungannya.


National Council of Teachers of Mathematics (NCTM)

NCTM mengemukakan bahwa komunikasi matematis siswa adalah kemampuan siswa dalam menjelaskan suatu algoritma dan cara unik untuk pemecahan masalah, kemampuan siswa mengkonstruksikan dan menjelaskan sajian fenomena dunia nyata secara grafis, kata-kata/kalimat, persamaan, tabel dan sajian secara fisik atau kemampuan siswa memberikan dugaan tentang gambar-gambar geometri.

Clark, Karen K, dkk (2005)

Komunikasi matematis merupakan sarana untuk mendiskusikan ide dan pemahaman. Melalui komunikasi, ide dapat dicerminkan, diperbaiki, didiskusikan, dan dikembangkan. Proses komunikasi juga membantu membangun makna dan mempermanenkan ide serta proses komunikasi juga dapat menjelaskan ide.

Ketika para siswa ditantang mengenai pikiran dan kemampuan berpikir mereka tentang matematika dan mengkomunikasikan setiap pemikiran secara lisan atau tulisan, mampu belajar meyakinkan dan menjelaskan pelajaran. Semua hal tersebut merangsang motivasi peserta didik agar mau belajar matematika.

Cai & Jinfa (1996)

Komunikasi dianggap sebagai alat dimana guru dan siswa bisa membagi proses-proses pembelajaran, pemahaman dan mengerjakan matematika. Untuk meningkatkan kecepatan siswa dalam berkomunikasi matematis dan penalaran. Guru dapat memberikan berbagai variasi tugas matematika.


Jadi kemampuan komunikasi matematis adalah kecakapan seorang siswa dalam menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika baik secara lisan maupun tulisan serta mendemonstrasikan apa yang ada dalam soal matematika.
Kemampuan Komunikasi Matematis adalah kemampuan siswa dalam mempelajari matematika secara lisan dan tulisan

Faktor Kemampuan Komunikasi Matematis

Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis, antara lain, pengetahuan prasyarat (Prior knowledge) dan kemampuan membaca, diskusi, dan menulis.

1. Faktor Pengetahuan prasyarat

Pengetahuan prasyarat merupakan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai proses belajar sebelumnya. Hasil belajar siswa tentu saja bervariasi sesuai kemampuan dari siswa itu sendiri. 

Ada siswa berkemampuan diatas rata rata. Jenis kemampuan yang dimiliki oleh siswa tersebut sangat menentukan hasil pembelajaran selanjutnya. Bukan berarti kemampuan awal komunikasi matematis siswa dijadikan acuan standar dalam memprediksi kemampuan tulisan dan lisannya.

Ada siswa yang kurang mampu dalam komunikasi tulisan, tetapi lancar dalam komunikasi lisan, dan sebaliknya ada siswa yang mampu dalam komunikasi tulisan namun tidak mampu memberi penjelasan maksud dari tulisannya.

2. Faktor Kemampuan Membaca, Diskusi dan Menulis

Ada suatu mata rantai yang saling terkait antara membaca, diskusi dan menulis seorang siswa yang rajin membaca, namun enggan menulis, akan kehilangan arah. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang gemar menulis, namun enggan membaca, maka akan berkurang makna tulisannya.

Yang lebih baik adalah, jika seseorang yang gemar membaca dan suka berdiskusi (dialog), kemudian menuangkannya dalam tulisan, maka akan memantapkan hasil tulisannya. Oleh karenanya diskusi dan menulis adalah dua aspek penting dari komunikasi untuk semua level.

Sementara itu, kemampuan membaca dalam topik – topik tertentu dan kemudian mengelaborasi topik – topik tersebut dan menyimpulkannya merupakan aspek penting untuk melihat keberhasilan berpikir siswa.
Bila kepada siswa - siswa yang baik diberi tugas membaca mereka akan melakukan elaborasi (pengembangan) apa yang telah dibaca. Ini berarti mereka memikirkan gagasan, contoh -contoh, gambaran mental, dan konsep konsep lain yang berhubungan.


Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis Menurut Para Ahli

Kemampuan komunikasi matematis ada dua, yaitu komunikasi matematis tertulis dan komunikasi matematis lisan. Komunikasi matematis tertulis adalah kemampuan siswa dalam penyampaian gagasan atau ide dari suatu masalah secara tertulis.

Dalam kegiatan pembelajaran matematika, komunikasi matematis lisan adalah kemampuan yang dimiliki siswa mengungkapkan ide/gagasan matematika secara lisan.

Penilaian terhadap siswa dalam komunikasi matematis dibutuhkan beberapa indikator yang tepat. Adapun indikator tersebut menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Indikator komunikasi matematis menurut MCTM (2000)

  1. Kemampuan mengekspresikan ide-ide matematis melalui lisan, tulisan, dan mendemonstrasikan serta menggambarkannya secara visual
  2. Kemampuan secara lisan, tulisan atau visual dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide matematika dengan tepat
  3. Kemampuan dalam mempresentasikan pemikiran dengan menggunakan notasi, istilah, struktur matematika dalam berbagai situasi rumit.

Indikator komunikasi matematis tertulis yang dikembangkan oleh Ross

  1. Menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah menggunakan gambar, bagan, tabel, dan secara aljabar
  2. Menyatakan hasil dalam bentuk tertulis
  3. Dalam memberikan konsep matematika serta solusinya dilakukan dengan representasi secara keseluruhan
  4. Membuat situasi matematika dengan menyatakan ide dan keterangan dalam bentuk tertulis.
  5. Menggunakan bahasa matematika dan simbol secara cepat.

Menurut Sumarmo indikator komunikasi matematis adalah

  1. Menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide matematika
  2. Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematik secara lisan atau tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar
  3. Menyelesaikan permasalahan sehari-hari menggunakan simbol/bahasa matematika
  4. Menulis, mendiskusikan, dan mendengarkan matematika
  5. Membaca, memahami, dan mempresentasikan matematika secara tertulis
  6. Membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi dan generalisasi
  7. Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari


Sumber:
Clark, Karen K, dkk. 2005. Strategies for Building Mathematical Communication in the Middle School Classroom: Modeled in Professional Development, Implemented in the Classroom.Current Issues in The Middle level education (2005) 11(2), 1-12.

National Council of Teachers of Mathematics. 2000a. Principles and Standards for School Mathematics. NCTM: Reston VA.

National Council of Teachers of Mathematics. 2000b. Learning Mathematics For A New Century. 2000Yearbook NCTM: Reston VA

Cai, Jinfa. 1996. Assessing Students’ Mathematical Communication. Official Journal of the Science and Mathematics Volume 96 No 5 Mei 1996. hal: 238-246.

Baca juga :

to Top