Apa Saja Elemen Pembelajaran Kooperatif?
Home Model Pembelajaran

Apa Saja Elemen Pembelajaran Kooperatif?

Peran guru menjadi elemen dasar penting untuk membuat kegiatan pembelajaran aktif dan terpusat pada siswa. Apa lagi jika ingin menerapkan model pembelajaran kooperatif di kelas.

Elemen yang harus dipenuhi pada cooperative learning salah satunya adalah siswa terbiasa belajar secara berkelompok. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu alternatif model yang dapat digunakan guru dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif membutuhkan keterampilan guru profesional dalam menciptakan elemen-elemen penting sehingga proses belajar kelompok dapat terlaksana dengan maksimal.

Elemen pembelajaran kooperatif inilah menjadi penopang dasar dalam mengelompokkan siswa didalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal mereka miliki dan mempelajari satu sama lain dalam kelompok tersebut.

Apa Saja Elemen Pembelajaran Kooperatif?

Elemen Dasar Pembelajaran Kooperatif Adalah

Terdapat beberapa elemen dasar yang membuat pembelajaran kooperatif lebih produktif dibandingkan dengan pembelajaran kompetitif dan individual. Elemen-elemen tersebut antara lain:

Saling Ketergantungan Positif (Positive Interdependence)

Saling ketergantungan positif muncul ketika siswa merasa bahwa mereka terhubung dengan semua anggota kelompoknya, bahwa mereka tidak akan sukses mengerjakan tugas tertentu jika ada anggota lain yang tidak berhasil mengerjakannya (begitu pula sebaliknya, pada elemen kooperatif ini siswa harus mampu mengoordinasikan setiap usahanya dengan usaha-usaha anggota kelompoknya untuk menyelesaikan tugas pembelajaran tersebut.

Interaksi Promotif (Promotive Interaction)

Saling ketergantungan positif dapat menciptakan interaksi promotif di antara anggota-anggota kelompok. Elemen "Interaksi promotif" dapat didefinisikan sebagai suatu interaksi dalam kelompok dimana setiap anggota saling mendorong dan membantu anggota lain agar usaha mereka saat pembelajaran kooperatif tercapai, terselesaikan, dan menghasilkan sesuatu untuk tujuan bersama.

Akuntabilitas Individu (Individual Accountability)

Elemen cooperative learning ini harus terlaksana dengan baik. Jika tidak dilakukan maka belajar kelompok siswa akan terjadi kegagalan. Oleh karena itu, setiap orang harus mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Inilah salah satu ciri penting lain dari pembelajaran kooperatif, yakni tanggungjawab individu (individual accountability).

Dalam kelompok kooperatif, elemen akuntabilitas ini muncul ketika performa setiap anggota dinilai dan hasilnya diberikan kembali kepada mereka dan kelompoknya. Dengan menerapkan pendidikan karakter menjadi penunjang untuk mendorong elemen ini terlaksana.

Dari hasil inilah, setiap anggota bisa berefleksi kembali untuk meningkatkan performanya agar mampu berkontribusi maksimal kepada kelompoknya masing-masing.
Pembelajaran kooperatif harus memenuhi beberapa elemen penting, yaitu

Keterampilan Interpersonal dan Kelompok Kecil (Interpersonal and Small-group Skill)

Elemen keempat dari pembelajaran kooperatif adalah digunakannya keterampilan interpersonal dan kelompok kecil. Untuk mengkoordinasi setiap usaha demi mencapai tujuan kelompok, siswa harus:
  1. Saling mengerti dan percaya satu sama lain
  2. Berkomunikasi dengan jelas dan tidak ambigu
  3. Saling menerima dan mendukung satu sama lain
  4. Mendamaikan setiap perdebatan jika sekiranya melahirkan konflik


Pemrosesan Kelompok (Group Processing)

Dalam pembelajaran kooperatif, elemen pemrosesan kelompok dapat didefinisikan sebagai refleksi kelompok dalam:
  1. Mendeskripsikan tindakan apa saja yang membantu dan tidak terlalu membantu
  2. Membuat keputusan tentang tindakan apa saja yang dapat dilanjutkan atau perlu diubah.

Tujuan elemen kooperatif dari "pemrosesan kelompok" adalah mengklarifikasi dan meningkatkan efektivitas kerja sama antar anggota untuk mencapai tujuan kelompok.



Akhir Kata
Dalam memenuhi setiap elemen pembelajaran kooperatif, guru sukses diharapkan mampu membentuk kelompok-kelompok kooperatif dengan berhati-hati agar semua anggotanya dapat bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan pembelajarannya sendiri dan pembelajaran teman-teman satu kelompoknya.

Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab mempelajari apa yang disajikan dan saling membantu teman-teman satu anggota untuk mempelajarinya juga.


Sumber:
Huda, Miftahul. (2011). Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur, dan Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Baca juga :

Subscribe Via Email Gratis

to Top