6+ Tips Wawancara Kerja Menunjukkan Kesan Pertama!
Home interview

6+ Tips Wawancara Kerja Menunjukkan Kesan Pertama!

Tips Wawancara Kerja - Kesan pertama adalah salah satu tips dan faktor yang sangat berperan dalam menentukan berhasil atau tidaknya seorang calon dalam menghadapi wawancara kerja (first Impression counts).

Setelah terpilih menjadi calon yang diwawancara, kesan pertama yang ditampilkan oleh calon karyawan harus betul betul meyakinkan pewawancara yang sudah banyak pengalaman.

Bilamana kesan pertama yang dilakukan kurang meyakinkan, hilanglah kesempatan mendapat kerja. Lalu bagaimana caranya agar dapat memberikan kesan pertama luar biasa saat melakukan wawancara kerja (Interview)?
Kesan Pertama menjadi faktor penting menentukan keberhasilan saat wawancara

Kesan Wawancara Kerja Positif = Hasil Positif

Tips memberikan kesan positif diinginkan pada dasarnya tidak akan jauh dari: sopan santun, ramah tamah, inisiatif, kestabilan emosi, dewasa, pekerja keras dan cerdas, tidak terlalu perhitungan (easy going), loyalitas tinggi.

Kalau dijabarkan tips interview yang baik meliputi: tiba di tempat wawancara sebelum waktu yang ditentukan atau tidak terlambat, ketuklah pintu sebelum masuk ruang interview, mengucapkan salam selamat pagi, siang, sore sambil memberikan tatapan mata (eyecontact) yang bersahabat, tidak duduk sebelum dipersilahkan duduk, mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk wawancara.

Duduk tegap (bukan berarti kaku), lebih kearah penuh percaya diri, antusias dalam menjawab setiap pertanyaan, namun tetap menjadi pendengar yang baik dan tidak ‘mewawancarai’ si pewawancara.

Tidak Bertele-tele Saat Interview

Saran selanjutnya, selama wawancara berlangsung berusaha tidak memberi jawaban yang bertele-tele, sebaliknya juga tidak memberikan jawaban yang terlalu singkat.

Kalau diberi kesempatan untuk bertanya, bertanyalah dengan menunjukkan calon adalah seorang yang bisa bersosialisasi, pandai beradaptasi dan punya inisiatif dan berkesan.

Jangan Sebut Semuanya Ada di CV

Kesan pertama bisa dirusak oleh satu kalimat seperti, “Kalau tidak serius kenapa saya datang untuk diwawancara?”, “Kan terlihat jelas di resume saya”.

Beberapa pertanyaan jebakan dapat dilakukan oleh pihak HRD seperti: Apakah Anda serius dengan lowongan pekerjaan ini? dan Apakah olah raga yang Anda sukai?

Dari jawaban di atas terkesan calon karyawan tersebut memberikan kesan sombong, tidak ramah, dan menantang. Apakah pewawancara akan mempertimbangkan calon dengan sikap mental seperti itu? Tentu tidak! Masih tersedia calon-calon yang lebih bermutu.

Tunjukkan Mental Positif, Penuh Keyakinan, dan Kebulatan Tekad

Tips wawancara kerja selanjutnya adalah mampu memberikan pancaran: sikap mental positif (Positive Attitude/PA), keyakinan tak tergoyahkan dan memberi kekuatan (Unshakeable and Empowering Belief/ UEB), kebulatan tekad (Full Commitments/FC). Ketiga hal ini akan menjadi trade marks yang menunjang berhasilnya sebuah interview.

Bagaimana menampilkan ketiga komponen ini dalam kesempatan kesan pertama yang hanya berlangsung 5 menit? 

Ada beberapa kata kunci (key-words) yang mencerminkan sikap mental positif, keyakinan tak tergoyahkan dan memberi kekuatan, dan kebulatan tekad dalam Wawancara Kerja (Interview).

Pewawancara yang berpengalaman akan dengan gampang menangkapnya dalam kalimat-kalimat berikut. 

“Itu BUKAN SALAH SAYA, atasan saya tidak memberikan penjelasan yang lengkap.”
Apakah kalimat ini menunjukkan sikap mental positif (Positive Attitude/PA)?
Tidak, karena calon karyawan melempar tanggung jawab, dengan menyalahkan atasannya.

Jika kurang jelas, dia bisa bertanya sebelum menjalankan tugas tersebut, ini bertanda sikap mental negatif yang lebih senang menyalahkan pihak lain, mengeluh, ini calon yang memilih menjadi korban/victim daripada pemenang/victor.

“Saya belum berusaha sungguh-sungguh, kurang kreatif, sehingga saya BELUM BERHASIL”
Inti dari kalimat ini sangat jelas bahwa calon tidak melempar tanggung jawab, dan optimis dia AKAN BEHASIL di masa yang akan datang. Inilah indikasi sikap mental positif (Positive Attitude/PA).

Contoh penerapan sikap mental positif (Positive Attitude/PA) dalam dunia kerja adalah: seorang karyawan mendapatkan teguran dan surat peringatan dari direktur tempat ia bekerja.

Teguran tersebut ia dapatkan karena suatu kesalahan yang dia lakukan akibat kurang jelasnya informasi yang disampaikan oleh manager. Saat mendapatkan teguran tersebut, apabila ia bersikap mental positif (Positive Attitude/PA), ia akan berusaha memperbaikinya, tanpa menyalahkan manager.

Artinya, apabila informasi dari manager kurang jelas, karyawan tersebut dapat menanyakan kembali informasi tersebut sampai jelas.

“DAPATKAH saya menyelesaikan tugas ini?/CAN I do it?”
Dapatkah’ menunjukkan sikap yang ragu-ragu, bukan keyakinan yang tak tergoyahkan dan memberi kekuatan.

“BAGAIMANA saya DAPAT menyelesaikan tugas ini?/HOW CAN I do it?"
Dengan kata ‘bagaimana’, ini berindikasi berusaha mencari jalan keluar/solusi dan yakin bisa menyelesaikan tugas tersebut (keyakinan tak tergoyahkan dan memberi kekuatan).

“Saya akan COBA USAHA selesaikan tugas ini, tapi TIDAK JANJI ya/I will TRY to complete this assignment.” 
Inti kalimat ini menunjukkan setengah hati, karena akan COBA, kalau ketemu hambatan super berat, saya menyerah.

“Saya HARUS menyelesaikan tugas ini!”
Dengan kata HARUS, berarti apapun yang terjadi, HARUS CARI jalan keluar (find the way and make the way) sampai berhasil. Ini menandakan kebulatan tekad (Full Commitments/FC).

3 Hal Tidak Pantas Dilakukan Saat Wawancara Kerja (Interview)

  1. Sering melihat arloji atau jam dinding. Ini bertanda calon ingin cepat-cepat menyelesaikan wawancara kerja, mungkin akan menghadiri interview lain, atau bosan dengan pewawancara.
  2. Sering membetulkan kaca mata. Ini bisa diartikan, calon sedang gugup, mungkin ada hal hal yang ditutup-tutupi.
  3. Merapikan dasi. Ini bisa ditafsirkan sebagai kurang percaya diri, karena selalu merasa ada yang kurang rapi.

Selama interview berlangsung, calon mesti konsentrasi penuh dengan selalu menatap mata pewawancara (bukan memelototi), tanpa melakukan kegiatan samping lain seperti goyang goyang kaki, dengan demikian akan terkesan, calon menghormati pihak HRD. 

Kesan pertama jangan sampai bernada ekstrem, terlalu meninggikan diri atau terlalu merendahkan diri.

Tips Terakhir: Berikan Pertanyaan Akhir yang Berkesan

Berhati-hatilah dalam memberi pernyataan dalam kesan pertama, jangan terlalu merendah sampai menyinggung perasaan pewawancara, karena kadang-kadang, kita tidak tahu persis latar belakang pendidikan pewawancara.

Calon karyawan si A menyelesaikan studi di fakultas hukum, pada saat dipuji oleh panel pewawancara bahwa lulusan fakultas hukum adalah hebat-hebat. “Ah, itu tidak ada apa-apanya. Kalau kuat menghafal, lama-lama juga lulus,” demikian jawaban si A merendah. Dia tidak tahu salah satu pewawancara yang duduk di depan adalah Sarjana Hukum, bukankah pernyataan si A sedikit menyinggung perasaan pewawancara? Ini bisa menimbulkan kesan pertama yang negatif.


Sekian artikel mengenai beberapa tips wawancara kerja (interview) yang dapat diinformasikan kepada kalian semua. Semoga bermanfaat. Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca di ebook gratis Sukses Semua Tipe Interview (Wawancara) melalui Super Diktat CAT CPNS 2019- 2020

Baca juga :

Subscribe Via Email Gratis

to Top