20 Peran Guru Dalam Pembelajaran Siswa
Home edukasi

20 Peran Guru Dalam Pembelajaran Siswa

20 Peran Guru Dalam Pembelajaran Siswa - Peran adalah Pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri-ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan pembelajaran peserta didik melalui interaksi belajar-mengajar.

Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan.

Dengan kata lain Guru harus memiliki kemampuan untuk menciptakan kondisi belajar yang terbaik sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Peran guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh hukum.

Menjadi seorang Guru Profesional sebagai pengajar guru harus memiliki tujuan yang jelas, membuat keputusan secara rasional agar peserta didik memahami keterampilan yang dituntut oleh pembelajaran.
20 Peran Guru Dalam Pembelajaran

Dalam hal ini ada 20 Peran Guru Dalam Pembelajaran Di Sekolah Bagi Siswa yaitu:

Guru sebagai pendidik

Guru sebagai pendidik memiliki peran mengembangkan karakter siswa, menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Seorang guru harus mempunyai beberapa kualitas pribadi sesuai dengan standar profesional, seperti sikap tanggung jawab, mandiri, disiplin, dan wibawa.

Guru sebagai pengajar

Guru berperan dalam membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari.

Guru sebagai pembimbing

Guru dalam pembelajaran siswa dapat ibarat sebagai pembimbing perjalanan (jorney), yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dal hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral dan spiritual.

Guru sebagai pelatih 

Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketermapilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.

Guru sebagai penasehat

Guru adalah seorang penasehat bagi pesrta didik selama pembelajaran berlangsung, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.

Guru sebagai Inovator

Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu kedalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Setiap guru dulunya pasti pernah menjadi seorang siswa. Pengalaman yang dimiliki oleh guru tersebut dimasa lalu dapat dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi siswa agar dapat terus termotivasi belajar secara sungguh-sungguh.

Peran seorang guru sebagai inovator menjadi jembatan penghubung antara generasi muda dan generasi tua dalam berbagi pengalaman

Guru sebagai model dan teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggapnya dia guru terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik dan orang sekitar lingkungannya.

Guru sebagai pribadi

Sebagai individu yang berkecimpung proses belajar mengajar, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat.

Dengan kepribadian yang mantap dan stabil guru akan menjadi model dan teladan. Guru berperan sebagai model panutan teladan bagi para peserta didik dan semua orang.

Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru.

Guru sebagai Reorientasi kemampuan logika

Guru harus memiliki kemampuan untuk memberikan alasan-alasan secara logis dalam bidang ilmu yang diajarkan, dengan cara membangun keahlian, dan memperbaharuinya sesuai dengan perkembangan terbaru secara berkesinambungan.

Sebagai tambahan, guru harus memiliki kemampuan untuk menggunakan contoh-contoh nyata yang berkaitan dengan kehidupan siswa dan menghubungkan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Guru harus tanggap untuk tidak membuat siswanya merasa bosan dengan hanya menyampaikan materi pelajaran secara searah seperti yang telah direncanakan.

Guru sebagai peneliti

Guru adalah seorang pencari atau peneliti. Dia tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu, oleh karena itu dia sendiri merupakan subyek pembelajaran. Dengan kesadaran bahwa ia tidak mengetahui sesuatu maka ia berusaha mencarinya melalui kegiatan penelitian.

Guru sebagai pendorong kreativitas

Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut berperan sebagai demonstrator dan menunjukan proses kreativitas tersebut. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.

Guru sebagai pembangkit pandangan

Dunia ini panggung sandiwara, yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa, mulai dari kisah nyata sampai yang direkayasa. Dalam hal ini, guru dituntut untuk memberikan pembelajaran dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya. Fungsi ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik.

Guru sebagai pekerja rutin

Guru bekerja dengan keterampilan, dan kebiasaan tertentu. Serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan sering kali memberatkan. jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya.

Guru sebagai pemindah kemah

Hidup ini selalu berubah-ubah, dan guru adalah seorang pemindah kemah yang sering memindah-mindahkan dan membantu peserta didik dalam meningkatkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bias peserta didik alami.

Selama pembelajaran berlangsung. Guru berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik, kepercayaan, dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan serta membantu menjauhi dan meninggalkannya untuk mendapatkan cara-cara baru yang lebih sesuai. Guru harus memahami hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi peserta didiknya

Guru sebagai pembawa cerita.

Guru sebagai pembawa cerita adalah mampu membawa peserta didik memiliki pandangan yang rasional terhadap sesuatu.

Guru Sebagai Aktor 

Guru menguasai materi standar dalam bidang studi yang menjadi peran tanggung jawabnya, memperbaiki ketrampilan, dan mengembangkan untuk mentransfer bidang studinya kepada peserta didik.

Dengan perannya sebagai aktor, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya.

Dengan terus belajar, diharapkan akan tercipta peserta didik yang unggul. Karakteristik peserta didik yang unggul ada tiga, yaitu 1) gairah belajar yang mantap, 2) semangat maju yang menyala dalam menuntut ilmu, dan 3) kerajinan mengusahakan studi sepanjang waktu.

Guru Sebagai Emanisipator

Salah satu peran guru yang paling penting adalah mampu memahami potensi tumbuh kembang anak, guru harus memiliki pemahaman bahwa setiap siswa memiliki keterampilan tersendiri yang unik dibandingkan dengan lainnya. Oleh karena itu, guru menghormati setiap siswa dan mampu mengembangkan potensi tersebut.

Guru sebagai evaluator

Evaluator atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan serta variabel lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian.

Guru sebagai pengawet.

Guru harus berusaha mengawetkan pengetahuan yang telah dimiliki dalam pribadinya, dalam arti guru harus berusaha menguasai materi standar yang akan disajikan kepada peserta didik.

Guru sebagai kulminator

Guru yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajar

Akhir Kata

Guru memiliki peran sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu (inovator), model dan teladan, peneliti, pribadi, pendorong kreativitas, pembangkit pandangan (motivator), reorientasi logika, pekerja rutin, pemindah kemah, pembawa cerita, aktor, emansipator, pengawet, kulminator dan evaluator. 

Peran guru dalam perkembangan pendidikan meliputi:
  • Pertama, menanamkan nilai (value) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
  • Kedua, sebagai sentral pembelajaran.
  • Ketiga, memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak.
  • Keempat, menjadi “panutan” bagi lingkungannya yang perlu diikuti dan ditaati. 

Pelaksanaan peran guru dalam perkembangan pendidikan dan pembelajaran yang memberikan perubahan pada peserta didik pada aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor).

Baca juga :

to Top