8+ Pengertian HOTS (Higher Order Thinking Skill) Menurut Para Ahli
Home HOTS

8+ Pengertian HOTS (Higher Order Thinking Skill) Menurut Para Ahli

HOTS (Higher Order Thinking Skill) - Seiring dengan perkembangan kurikulum di Indonesia, maka sistem penilaiannyapun selalu mengalami perkembangan dan perubahan.

Pada kurikulum yang saat ini digunakan di Indonesia yaitu pembelajaran kurikulum 2013 (K13), model-model penilaiannya telah mengadopsi dari model-model penilaian berstandar internasional.

Dimana salah satu ciri dari model penilaian internasional lebih menekankan pada aspek kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill).

Konsep penilaian ini tidak hanya fokus terhadap tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, akan tetapi lebih jauh mengarah pada pembentukan kemampuan siswa secara mandiri dalam berfikir secara kritis, kreatif, dan inovatif serta mampu memecahkan masalah yang lebih kompleks.

Dalam pembuatan dan penyusunan instrumen tes yang tertuang dalam kisi-kisi soal yang terdapat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), peneliti melihat kisi-kisi soal yang digunakan masih sangat sederhana dan hanya menggunakan satu bentuk tes saja.

Umumnya, kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam penulisan butir soal adalah kreativitas dalam mewujudkan butir soal khususnya pertanyaan yang menuntut penalaran yang lebih tinggi (Higher Order Thinking Skill).

Sebab itu, peran guru harus membuat dan menerapkan soal-soal pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS). Sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif memecahkan masalah.
Pengertian HOTS (Higher Order Thinking Skill) Menurut Para Ahli

Pengertian HOTS (Higher Order Thinking Skill) Menurut Para Ahli

Menurut Gunawan (2003)

HOTS adalah Higher Order Thinking Skill merupakan proses berpikir yang mengharuskan siswa untuk memanipulasi informasi yang ada dan ide-ide dengan cara tertentu yang memberikan mereka pengertian dan implikasi baru.

Misalnya, ketika siswa menggabungkan fakta dan ide dalam proses mensintesis, melakukan generalisasi, menjelaskan, melakukan hipotesis dan analisis, hingga siswa sampai pada suatu kesimpulan.

Menurut Kuswana (2012)

Cara berpikir tingkat tinggi melibatkan pola pikir kritis dan kreatif yang dipandu oleh ide-ide kebenaran yang masing-masing mempunyai makna. Berpikir kritis dan kreatif saling ketergantungan, seperti juga kriteria dan nilai-nilai, nalar dan emosi.

Pohl dalam Lewy (2009)

Mengungkapkan Taksonomi Bloom adalah dasar bagi berpikir tingkat tinggi. Dasar dari pemikiran ini ialah bahwa beberapa jenis pembelajaran memerlukan proses kognisi yang lebih daripada yang lain, tetapi memiliki manfaat-manfaat yang lebih umum.

Krathwohl dalam Lewy (2009)

Menyatakan bahwa indikator untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi menganalisis, mengevaluasi, mencipta.

Menurut Ernawati (2017)

Berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah cara berpikir yang tidak lagi hanya menghafal secara verbalistik saja namun juga memaknai hakikat dari yang terkandung diantaranya, untuk mampu memaknai makna dibutuhkan cara berpikir yang integralistik dengan analisis, sintesis, mengasosiasi hingga menarik kesimpulan menuju penciptaan ide-ide kreatif dan produktif.

Menurut Rosnawati (2013)

Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat terjadi ketika seseorang mengaitkan informasi yang baru diterima dengan informasi yang sudah tersimpan di dalam ingatannya, kemudian menghubung-hubungkannya dan/atau menata ulang serta mengembangkan informasi tersebut sehingga tercapai suatu tujuan ataupun suatu penyelesaian dari suatu keadaan yang sulit dipecahkan.

The Australian Council for Educational Research (ACER)

Higher Order Thinking Skill dikenal HOTS adalah proses menganalisis, merefleksi, memberikan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, dan mencipta. Dengan demikian, keterampilan berpikir tingkat tinggi melibatkan proses menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6), sesuai dengan taksonomi bloom.

Devi (2013)

HOTS (Higher Order Thinking Skill) adalah kemampuan yang dapat digunakan siswa untuk memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Ada beberapa pedoman para penulis soal untuk menuliskan butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Kemudian, agar butir soal yang ditulis dapat menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) yang berbentuk sumber/ bahan bacaan sebagai informasi seperti: teks bacaan, paragraf, teks drama, penggalan novel/ cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/simbol, contoh, peta, film, atau rekaman suara.

HOTS Adalah

Kemampuan berpikir tingkat tinggi/ Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan berpikir yang bukan hanya sekedar mengingat, menyatakan kembali, dan juga merujuk tanpa melakukan pengolahan, akan tetapi kemampuan berpikir untuk menelaah informasi secara kritis, kreatif, berkreasi dan mampu memecahkan masalah.

HOTS (Higher Order Thinking Skill) terdiri dari kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Berpikir kritis yaitu kemampuan untuk menganalisis, menciptakan dan menggunakan kriteria secara obyektif, serta mengevaluasi data.

Berpikir kreatif yaitu kemampuan untuk menggunakan struktur berpikir yang rumit sehingga memunculkan ide yang baru dan original. Kemampuan memecahkan masalah yaitu kemampuan untuk berpikir secara kompleks dan mendalam untuk memecahkan suatu masalah.

Baca juga :

to Top