7 Cara Mengatasi Anak Nakal, Bandel, dan Susah Diatur
Home tips & trick

7 Cara Mengatasi Anak Nakal, Bandel, dan Susah Diatur

Apakah terkadang Anda sebagai Orang tua merasa kesulitan mengatasi anak?Apakah terkadang sang anak menunjukkan perilaku nakal, bandel, dan susah untuk diatur didepan orang lain?  bahkan didepan anda sendiri? Anak tersebut tidak mau mendengarkan nasehat anda dan kadang memberontak? Akhirnya membuat anda  sakit kepala karena perilaku nakal-nya??

  • Merasa kecewa
  • Tak berdaya mengatasi/mendidiknya
  • Terganggu dengan tingkah lakunya
  • Merasa kasihan dan bersimpati
  • Tertekan dan ketakutan mengenai apa yang dilakukannya diluar rumah
  • Tidak pernah bisa membuat Anda bahagia!

Jika semua keinginan anak selalu anda penuhi tanpa ada pertanyaan, mereka akan merasa dapat mendapatkan apapun dengan mudah. Menyebabkan sifat "anggap sepele" akan tumbuh di diri anak. Ini merupakan salah satu bibit pengembang dari tingkah laku nakal, bandel dan susah diatur.

Setiap anak mencintai kartun dan permainan computer mereka siap untuk menonton atau bermain selama berjam-jam setiap hari. Itu adalah hobi terbesar mereka, dan Anda terkadang tidak terlalu mempedulikan hal tersebut.

Hobi menonton film kartun dan bermain game komputer dapat merangsang proses agitasi kuat pada anak-anak, menyebabkan mereka terlalu bersemangat dan akan memilih menghabiskan energi mereka, dan akhirnya melakukan kegiatan-kegiatan agresif membuat mereka bertambah nakal,bandel, dan susah diatur.
  • Mendiamkan anak, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk merenungi kesalahannya. Setelah beberapa saat barulah Orang tua mengajak anak yang berperilaku nakal untuk mengobrol bersama.
  • Memberikan tugas tambahan dirumah.
  • Melarang anak melakukan kegiatan favorit mereka untuk sementara. Contohnya: melarang menonton TV, bermain game komputer, bermain dengan teman dll.

Cara agar Orangtua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak, sehingga dapat mengatasi perilaku nakal, bandel dan susah diatur sang anak:
  1. Melakukan perilaku baik yang mudah dipahami anak
  2. Tidak boleh mengatakan" Jangan". Biasanya anak selalu bersikap penasaran, dan akhirnya melakukan kebalikan dari kata "jangan"
  3. Memberi reward jika menunjukkan perilaku terpuji
Yeah... hal-hal demikian selalu dihadapi orang tua. Sebagai orang tua anda harus dapat mengatasi tingkah laku nakal tersebut. Mendidik anak dapat dilakukan dengan beberapa cara, memberikan nasehat, mendisiplinkan, bahkan mungkin ada beberapa orang tua yang memukul anak untuk menjinakkan tingkah bandel dan susah diatur.

Anda sebagai Orang tua pasti tidak mau merasakan beban pikiran berkepanjangan (stress) karena tingkah nakal,bandel, dan susah diatur anak tersebut. Sebagai Orang tua harus bijaksana dalam  memilih cara-cara tepat untuk mengatasi dan mendidik anak nakal. Oleh karena itu dibawah ini anda dapat mengikuti petunjuk/cara tepat dalam mengatasi anak nakal,bandel dan susah diatur:

CARA 1: Menetapkan batas


Memahami keinginan anak Anda sangat penting. Orang tua memiliki kewajiban dalam memenuhi setiap aspek keinginan anak tersebut. Tetapi jika keinginan/kebutuhan anak tidak terlalu penting. Anda harus membuat batasan, dengan kata lain jangan terlalu memanjakan anak.

Anda harus dapat membuat sang anak merasa seperti membutuhkan nasehat dalam memenuhi keinginan mereka. Jangan anda menjadi hanya penyedia kebutuhan. Tapi berikan mereka saran apa yang terpenting dan tidak penting untuk kebutuhan mereka. Sehingga mereka dapat bertambah dewasa dalam berpikir kedepan.

CARA 2: Berikan sedikit kebebasan


Anda sebagai orang tua kadang berpikir bahwa anak anda terlalu muda dapat memahami apa yang baik bagi mereka, dan apa yang tidak baik. Sehingga Anda terkadang memutuskan secara se-pihak setiap detail kecil mengenai kebutuhan mereka.

Hal ini dapat membuat mereka merasa tertekan karena terlalu banyak batasan-batasan, akhirnya anak akan memberontak dan menjadi nakal, bandel, susah diatur. Penyebabnya apa? yeah. Orang tua sendiri.
Orang tua mungkin tahu apa yang menjadi kebutuhan anak, tetapi tetap berikan anak kebebasan dalam memilih apa yang terbaik untuk mereka. Anda hanya dapat memberikan saran-saran mendidik untuk membuat pikiran mereka menjadi lebih terbuka.

CARA 3: Konsisten


Manusia adalah makhluk yang sulit untuk ditebak tingkah-lakunya. Terkadang kita berada di suasana hati yang baik, dan kita pun bertingkah baik juga, dan sebaliknya. Kita manusia selalu memiliki sikap pasang surut tak tentu. Dengan kata lain, manusia tidak dapat berperilaku dengan cara yang sama setiap detik waktu.

Inilah sebabnya mengapa kita memperlakukan anak kita berbeda setiap hari atau bahkan dalam hari yang sama! Terkadang Anda menjadi sosok penyabar dan baik, namun di saat berikutnya anda meledak-ledak emosi tanpa alasan yang jelas.  Terkadang Anda melarang mereka menonton kartun di TV terlalu banyak, kadang besoknya Anda terlalu sibuk dan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka mau.

Hmmm.. Orang tua memang bukan robot yang dapat melakukan kegiatan yang sama setiap waktu. Namun apa yang dipikirkan anak mengenai tindakan Anda tersebut? mereka berpikir Orang tua tidak terlalu mempedulikan mereka, karena Anda tidak memiliki konsistensi dan pendirian mengenai aturan yang dibuat. Akhirnya anak akan menganggap sepele mengenai aturan tersebut, menyebabkan anak menjadi lebih berani dalam melakukan tindakan-tindakan kenakalan/kebandelan/susah diatur dan melanggar aturan anda dirumah.

CARA 4: Atur Waktu Anak


Anak selalu berada diluar rumah bermain-main dengan temannya, dari pulang sekolah bahkan sampai malam hari. Anak terkadang selalu menonton kartun di TV bermain komputer, laptop, handphone setiap hari, tanpa adanya batasan. Mereka seperti melakukan apa yang mereka mau.

Hal demikian tidak dapat dilakukan secara terus menerus. Anda sebagai Orang tua harus dapat membagi waktu aktivitas anak menjadi lebih berguna. Atur-lah waktu anak, berapa lama mereka harus belajar mengerjakan PR dirumah. Kapan mereka harus bermain-main diluar rumah. Berapa lama mereka dapat menonton TV. Dan juga buat-lah jam tidur malam mereka. Sehingga mereka dapat memiliki waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih berguna di masa depan. Cara ini dapat dilakukan, tetapi jangan terlalu mengekang mereka. Sehingga mereka akan memberontak dan nakal susah diatur.

CARA 5: Tidak Memukul Anak


Memukul anak merupakan cara cepat untuk mengatasi perilaku nakal, bandel, dan susah diatur mereka. Namun solusi dengan memukul tidak dapat bertahan lama dalam memecahkan masalah kenakalan anak tersebut.
Menurut penelitian di Universitas New Orleans Amerika. 
Cara menghukum, mendidik anak lebih tepat dibandingkan dengan cara memukul:
Menghukum anak dengan cara kasar sampai dengan memukul bukan merupakan cara yang baik dilakukan, terkadang anak dapat menjadi stress dan berperilaku kasar dan menjadi nakal akhirnya.


CARA 6: Tidak Berteriak di depan Anak


Tidak ada orang tua yang sempurna, semua orang harus belajar bagaimana cara mendidik anak yang baik. Namun ada saatnya orangtua merasa frustasi dengan tingkah nakal dan bandel anak. Membuat orangtua merasa tidak tahan lagi dan meluapkan kemarahan mereka dengan berteriak langsung kepada anak. Perilaku ini dapat berdampak buruk bagi mental anak. Riset terbaru mengenai anak menjelaskan bahwa berteriak di depan anak, menyebabkan dampak negatif kepada mereka. Biasanya mereka akan menunjukkan perilaku nakal seperti: berbohong, mencuri, bahkan berkelahi diluar rumah. Berteriak kepada anak hanya akan membuat mereka merasa takut dan menunjukkan kepatuhan sesaat, namun kenyataannya sifat mereka masih tetap susah untuk diatur. Akhirnya muncul efek pengulangan kenakalan.

Beberapa dampak negatif tersebut menyebabkan Anda sebagai orang tua tidak boleh berteriak langsung di depan anak, karena mempengaruhi perkembangan emosional-nya. Anak lebih membutuhkan dorongan positif, yang dapat membantu mereka untuk mempercayai bahwa mereka bisa menjadi lebih baik lagi di masa depan. Berteriak hanya dapat membuat anak menjadi patuh sementara, dan tidak dapat mengatasi/mendidik anak nakal,bandel dan susah diatur.

CARA 7: Orangtua = Cermin Bagi Anak


Orang tua adalah sosok yang setiap hari anak dilihat oleh anak. Anda adalah panutan, teladan, dan contoh nyata bagi anak anda. 
Anak lebih bagus melihat langsung contoh/sikap keteladanan yang baik bagi anak, daripada hanya mendengarkan nasehat/omongan anda


Kata Kunci: Anak, Mengatasi, Bandel, Nakal, Susah Diatur, sikap, nasehat, orangtua, memukul, memarahi.

Baca juga :

to Top