10 Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Sekolah
Home tips & trick

Hai semua, kali ini saya akan memposting tentang upaya dilakukan guru untuk meningkatkan kedisiplinan tindakan siswa di sekolah. Hal ini selalu terjadi beberapa waktu di dalam kelas. Pada saat awal semester dimulai, para siswa biasanya bersikap seperti malaikat di surga; baik, sopan, ramah, murah senyum dll. Setelah beberapa waktu berlalu, siswa malaikat itu berubah menjadi iblis tidak memiliki kedisiplinan. Ini harus dicari solusinya.

Disiplin adalah tindakan untuk menanamkan kesadaran pada setiap orang mengenai tugas/ tanggung jawab dari setiap pekerjaan. Jika tidak ada disiplin, proses belajar mengajar akan terbuang sia-sia. Sebagai seorang guru kita harus dapat menemukan solusi tepat untuk meningkatkan kedisiplinan siswa tersebut.

Kedisiplinan di sekolah mencakup banyak hal, seperti: 

Kedisiplinan Siswa Mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah)

Peristiwa ini sering dilakukan oleh siswa-siswi di sekolah. Banyak faktor dapat mempengarusi keberhasilan belajar seseorang. Mengerjakan PR termasuk salah satunya, karena dalam hal ini dapat meningkatkan kedisiplinan siswa belajar secara mandiri.

Kedisiplinan Siswa dalam Absensi

Upaya meningkatkan disiplin di sekolah terhadap masalah absensi dapat dilakukan dengan berbagai hal seperti: berbicara langsung dengan orang-tua siswa, atau bahkan menggunakan aplikasi Fingerspot Absensi Sekolah (FAS) sesuai ketentuan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

Kedisiplinan Siswa dalam Kerapian

Pakaian khusus pasti ada untuk setiap sekolah. Walaupun demikian kedisiplinan siswa yang dimaksud disini seperti: menggunakan pakaian sempit/tidak pas, baju tidak dimasukkan kedalam celana/rok, sepatu tidak berwarna hitam, rambut siswa untuk laki-laki terlalu panjang (gondrong), memakai perhiasan di sekolah, atribut sekolah tidak lengkap serta lainnya.

Sebagai seorang guru, harus dapat mengatasi hal-hal tindakan siswa tersebut. Berikut adalah Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Sekolah.

1. Membuat Aturan di Kelas


Aturan di kelas merupakan landasan dasar apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan seorang siswa di dalam kelas. Aturan berlaku di sekolah bahkan lebih baik lagi bila semua siswa terlibat dan setuju dalam proses pembuatannya.

Sebelum dimulainya pembelajaran di awal semester, sebaiknya guru serta siswa berdiskusi dahulu untuk membuat suatu aturan dapat menjaga tingkah laku kedisiplinan siswa di sekolah. Guru Kreatif hanya mengarahkan para siswa dalam mendiskusikan aturan-aturan dapat berlaku dalam menciptakan lingkungan nyaman untuk proses belajar mengajar di masa akan datang.

Aturan dibuat bukan hanya untuk dilanggar. Tetapi harus diterima serta diterapkan secara tegas, bila perlu berikan sanksi jika salah satu siswa melakukan tindakan pelanggaran, namun Anda sebagai guru harus ikut ambil bagian dalam mengikuti aturan tersebut. Contohnya Seorang siswa Andi melakukan tindakan tidak disiplin, hal ini juga berdampak pada image Anda sebagai seorang guru dapat jatuh di mata siswa.

2. Menetapkan Target Tujuan Awal


Target atau pun tujuan dapat membantu siswa dalam memberikan wawasan cukup mengenai Apa yang harus dikerjakan, Apa harus dicapai dalam menentukan kelulusan di kelas. Cara ini tentu berguna bagi para siswa biasanya memiliki sifat tidak disiplin.

Sebab dapat membantu mereka mengambil keputusan tepat untuk bertindak atau bertingkah laku menjadi lebih disiplin. Cara ini dapat menguatkan motivasi siswa agar mampu melihat tujuan awal sehingga mereka mampu membuat tujuan akhir yang ingin di capai kemudian hari.

3. Pilih Waktu Tepat Membahas Kedisiplinan Siswa


Jika kita langsung memarahi bahkan meneriaki siswa jika melakukan tindakan tidak disiplin, cara tersebut biasanya sangat tidak efektif. Sebab mereka akan selalu berpura-pura berjanji kepada Anda bahwa mereka menyesali perbuatan serta tidak akan mengulanginya lagi. Namun beberapa hari kemudian Siswa tersebut bahkan pengulangan tindakan tidak disiplin tersebut

Cobalah untuk memilih waktu tepat untuk dapat memberikan arahan dan nasehat karena tindakan siswa lakukan.

4. Empati terhadap siswa


Mencoba memahami apa yang ada didalam pikiran siswa baik emosional, intelektual serta mampu memberikan kepedulian tepat dalam mengatasi masalah dihadapi siswa. Upaya ini merupakan tantangan terberat seorang guru.

Tentu seorang siswa yang tidak disiplin pasti memiliki penyebab masing-masing, setiap penyebab itu pastinya mempunyai solusi berbeda dalam mengatasinya. Seorang guru bijaksana mampu memahai apa yang siswa pikirkan serta rasakan. Mengapa siswa A selalu tidak disiplin dalam mengerjakan tugas sekolah? Mengapa siswa B tidak disiplin melakukan piket kebersihan? dll. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dapat dijawab oleh seorang guru untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah.

5. Berbicara 4 Mata


Biasanya siswa lebih akan terbuka jika berada di tempat private. Mereka lebih leluasa berbicara dengan Anda. Dalam memberikan nasehat terhadap kedisiplinan siswa di sekolah lebih tepat atau bagus, jika pembicaraan tersebut dilakukan face to face, hanya terdiri antara guru dan siswa tersebut. Agar mereka merasa berada di posisi aman serta nyaman. Sehingga dapat menyentuh menggerakkan hati mereka agar menjadi siswa lebih baik di masa depan.

6.  Beri Tahu Orang tua Siswa


Mendapatkan dukungan Orang tua siswa merupakan hal bermanfaat bagi seorang guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah. Sebab siswa lebih banyak menghabiskan waktu di luar sekolah, sedangkan untuk di sekolah biasanya hanya di habiskan kurang lebih 8-10 jam tatap muka saja.

Konsultasilah dengan Orang tua siswa, mengenai kedisiplinan siswa lakukan biasanya didalam kelas. Sehingga Orang tua siswa lebih memperhatikan, mengajarkan mereka mengenai nilai-nilai moral di lingkungan rumah mereka.

7. Mengundang Orang tua Pendamping


Cara ini dilakukan tergantung dari berapa usia dari siswa yang Anda ajarkan dikelas. Anda dapat mengundang salah satu Orang tua siswa menjadi sukarelawan atau pun narasumber di dalam pembelajaran di kelas. Orang tua mungkin juga dapat berinteraksi langsung dengan siswa yang ada di sekolah. 

Tentunya seorang anak pasti akan berperilaku baik serta disiplin jika Orang tua mereka ada didekat mereka. Jadikanlah orang tua menjadi narasumber di sekolah, akhirnya orang tua serta siswa dapat saling berbagi pengalaman, sehingga membuat siswa lebih termotivasi dengan sendirinya dalam belajar, menyebabkan berkurangnya tindakan tidak disiplin mereka lakukan.

8. Undang guru lain


Ya. Siswa tentu memiliki guru favorit mereka masing-masing. Mintalah bantuan dari sesama rekan kerja lain dalam mengatasi kedisiplinan siswa tersebut. Contohnya: Jika anda tahu, bahwa siswa A yang biasanya tidak disiplin lebih menyukai (favorit) dengan guru Z. Coba minta bantuan guru Z dalam memberikan nasehat kepada siswa A tersebut.

9.  Kekerasan bukan jawaban meningkatkan kedisiplinan



Jika Anda tidak mau berakhir di balik dinginnya jeruji besi, jangan pernah lakukan tindakan ini. 

Karena pasti anda akan menyesal seumur hidup. Yeah... Seorang guru selalu mencoba berusaha mendidik siswa tidak disiplin, terkadang mau tidak mau lepas kontrol sehingga melakukan kekerasan. Padahal niat guru tersebut awalnya baik, namun malah berakhir tragis.

Anda bisa memberikan sanksi atau pun hukuman kepada siswa. Apapun sanksi, hukuman tersebut berasal dari cara 1, sesuai dengan landasan aturan sekolah dan hukum berlaku.

10. Berikan Respon Tepat



Penting bagi guru untuk memberikan respon atau pun reaksi. Ada perbedaan besar antara keduanya. Orang bereaksi bertindak impulsif bersifat emosi. Orang merespon, di sisi lain, mengambil lebih banyak waktu berpikir sebelum bertindak atau memisahkan emosi dari keputusan-keputusan Anda buat.

Ini merupakan cara terbaik dalam mengajarkan kedisiplinan kepada siswa di kelas, tetapi hal penting untuk diingat ketika kelas Anda stress berkepanjangan. Jangan biarkan emosi Anda bereaksi terhadap tindakan siswa, tetapi sebaliknya tetap tenang dalam membuat respon logis..

Hmmm. Namun pada akhirnya tidak ada kelas sempurna yang anda temukan. Sebab siswa-i juga manusia biasa, mereka tidak luput dari kesalahan atau ketidaksempurnaan.

Terkadang Anda di sekolah mengalami hari luar biasa baik, tentu ada hari yang buruk.

Lakukan terbaik, tetap tenang dalam mengambil setiap keputusan. Sehingga Anda dapat melepaskan potensi-potensi yang tersembunyi dari siswa, dan mampu mengatasi sikap-sikap negatif.

Sekian informasi "Kedisiplinan siswa di sekolah" dapat kami unLiroom berikan kepada Anda semua. Semoga bermanfaat, jangan lupa share dan subscribe via email dengan gratis agar dapat mendapatkan artikel menarik lainnya. Terima kasih.

Baca juga :

to Top